bandung panas!

kemaren siang, saya dan teman saya bernama agus, pergi ke jalan suci, buat melakukan pemesanan jahim
WTH
siang kemaren, panas sekali, rasanya matahari ada di atas kepala saya (maksudnya benar2 ada di atas kepala saya, tapi emang diatas kepala yah? letaknya matahari, hehehe,sudahlaha lupakan)
panasssssssssssssssssssssss bgtttttttttttttttttttt
beneran, soalnya sepulang dari sana
kepala saya jadi pusing sekali, dan badan saya akhirnya meriang *dan sekarang saya demam+bersin-bersin T____T
dan akhirnya saya tidak jadi mengikuti 4 kegiatan, U-Green, FMGN, Wisudaan Himafi, dan LPJ PF
*maaaappp teman2

jujur saya sedih sekali
padahal bukannya Bandung adalah kota yang adem yah?
tapi sumpah, jalan suci itu panasnya LUAR BINASA
saya salut sama orang-orang yang tinggal di sana
tapi saya tetap berharap, suatu saat nanti akan ada pohon-pohon lagi di jalan suci
yang dapat membuat adem, SEPANJANG JALANNYA, semoga membuka hati, yang terhormat Bapak Walikota Bandung, untuk menanam pohon di setiap jalanan kota Bandung
kasihanilah, orang-orang yang tidak bisa terkena panas kelamaan seperti saya *lebay!
kan kalo kota Bandung, jadi adem di setiap sudut kotanya, pasti si bapak jadi makin terkenal pak, dan disayang masyarakat Bandung
gitu loh, pak, jangan bandung cuman dijadiin bangunan-bangunan tinggi bermegah

jadi teringat percakapan saya sama agus pas lihat balubur baru yang sedang dibangun
padahal, SAYA SANGAT SUKA SEKALI BELANJA DI PASAR BALUBUR LAMA, kekeluargaan, ramah-ramah, jarang hal seperti saya dapatkan di supermarket, DAN MURAH!
kalo semua pedagang dipindahin ke balubur baru, kan sewa tempat bayar, terus kalo bayar siapa tahu jadi mahal, terus kalo mahal berpengaruh juga dong harga belanjaan,
kasihani kita mahasiswa yang pas-pasan pakkk
lagian kan balubur bisa rapi juga, kalo ada yang mau dirapiin
T_________T

kembalikan bandung yang adem, banyak pohon, dan orang-orangnya yang ramah-ramah (soalnya, panas itu bikin emosi jiwa)
ntahlah
akhir akhir saya sering sekali melihat sampah 'bertebaran' di kampus
baik ketika sedang acara besar atau hari kuliah biasa
saya tahu, kita membayar orang-orang untuk mengambil sampah, menyapu jalanan, memilah sampah menjadi anorganik dan organik, mengangkutnya ke TPA, di kampus tentunya
tapi, tahu kah kalian, kalo gaji mereka itu tidak sesuai dengan berapa banyak sampah yang kita hasilkan
salahkah kalo kita bantu mereka, MINIMAL MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA YAITU DI KOTAK SAMPAH
dari kecil saya sudah diajarkan orang tua saya untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, minimal kalo memamng sudah tidak ada kotak sampah di sekitar kita, simpan dulu di dalam tas, atau kantong
saya sedikit kecewa dengan teman-teman ITB, yang sering sekali disebut, putra putri terbaik bangsa
membuang sampah di tempat seenaknya
padahal saya pernah dengar, kalau anak ITB itu, IQnya diatas 100
ternyata IQ memang tidak menjamin akhlak seseorang

sering sekali saya mengambil sampah di jalan ( dari derbang belakang sampai himpunan saya)
waa, banyak sekali, setiap mengambil dibuang ketempat sampah ternyata ada lagi
saya benarbenar heran, padahal tempat sampah di ITB itu banyak sekali, disetiap sudut pasti ada

ada lagi yang membuat saya kecewa, di depan himpunan saya, tdi pagi saya lihat, sampah sterofoam, dan plastik, berhambuan di kotak sampah, SAYA SANGAT KECEWA SEKALI
BERHAMBURAN!
ingin saya rapikan, tapi ternyata tempat sampahnya sudah full dengan sampah kertas
padahal sudah ada surat dari ITB yang menyatakan bahwa, dilarang terdapat sampah sterofoam di lingkungan ITB

belum lagi ditambah publikasi acara, yang sangat banyak sekali,
tidak efektif, MEMBUANGBUANG KERTAS
MENGOTORI PEMANDANGAN
cobalah buat publikasi yang lebih ramah lingkungan
tidak perlu menempel kertas sampai berpuluh2 di satu tempat
toh orang juga akan sadar walau hanya selembar dan MENARIK!!!
saya tahu itu hak kalian, mungkin acara kalian besar, dana yang dimiliki banyak, sehingga mampu mencetak KERTAS SAMPAI BERPULUH-PULUH LEMBAR
tapi cobalah anda bayangkan
BERAPA BANYAK POHON YANG TELAH ANDA GUNAKAN, demi publikasi anda

saya lihat akhir-akhir ini ada banyak publikasi yang tertulis recycle paper
tapi setelah saya lihat kertasnya
TIDAK TERDAPAT SERAT KERTAS, ehm, mungkin ITU RECYCLE PAPER JENIS LAIN kali yah?!
mungkin ada yang bisa beritahu saya, recycle paper jenis apa itu?
saya hanya ingin tahu, maap sekali kalau saya salah
karena recycle paper yang saya tahu
recycle paper terdapat serat kertas, ehm, mungkin bisa dilihat contoh recycle paper yang dibuat oleh ugreen, ada di sekre ugreen di sunken court

ini hanyalah sebuah tulisan dari saya yang sedikit kecewa dengan tingkah laku temen-teman yang melakukannya

tadi gw baca status seorang teman di facebook
statusnya gini:

abis nangis, karena seorang anak bertanya, "gmana rasanya punya mama kak?"

sumpah, gw langsung nangis
gw gga pernah kepikiran pertanyaan

"GIMANA RASANYA KALO GGA PUNYA IBU"

gw gga pernah kepikiran
kalo ternyata ada orang lain yang gga pernah ngrasain punya ibu
gw gga pernah kepikiran
orang yang gga punya ibu, ternyata pengen bgt punya ibu
dan selama ini, gw sering bgt gga nurut sama ibu
bikin ibu kesel

bener kalo

begitu berharganya sesuatu baru kita sadari ketika kita kehilangannya

andai aku tlah dewasa
apa yang kan kukatakan
untukmu idolaku tersayang
AYAH

andai usia ku berubah
kubalas cinta mu
BUNDA
pelitaku
penerang jiwaku dalam setiap waktu

buat ibu : maap selama ini, selalu bikin jengkel dan gga nurut T.T, kangen....
*sejarah :
diambil dari blog tetangga :
http://valensikautsar.blogspot.com/2009/04/hari-bumi-22-april.html


Hari Bumi lahir atas prakarsa seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional. Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama.

Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan presiden Kennedy ke sebelas negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana.

Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik. Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan.

Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat , telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka.

Pada 30 November 1969 New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.

Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan.
Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan, pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.

*makna Hari Bumi (menurut saya sendiri) :

berhubungan atau tidak dengan climate change, global warming, berlubangnya lapisan ozon, atau bla-bla lainnya yang berhubungan dengan lingkungan, tidak salahnya kita sebagai manusia yang telah mendapatkan banyak hal dari bumi, dapat menghargai Bumi, paling tidak satu hari saja, walaupun seharusnya, HARI BUMI adalah setiap hari dalam 365 hari, 52 minggu, 12 bulan dalam 1 tahun.
saya tidak peduli anda MENDUKUNG GLOBAL WARMING ATAU TIDAK, tapi menjaga Bumi, menurut saya adalah suatu kewajiban bagi semua umat manusia di muka bumi ini, mau miskin atau kaya, mau pintar atau bodoh, Bumi butuh pertolongan kita.
Bumi telah memberi kita hutan, agar CO2 yang kita hasilkan dapat kembali menjadi O2, tapi kita lakukan kita bakar demi lahan pertanian, tapi kita ambil semua pohon-pohonnya tanpa melakukan reboisasi lagi, kita hancurkan tanah nya demi pertambangan,
Bumi memberi kita laut, agar kita dapat memanfaatkan isinya, agar terumbu karang dapat melakukan carbon sink, agar kita mendapatkan penghasilan, tapi kita bom terumbu-terumbu karangnya, tapi kita rampok isi lautnya tanpa belas kasihan, tanpa memikirkan berapa lama lagi laut mengembalikan apa yang telah kita ambil
satu hari
hanya satu hari saja

aku nggak mau, hutanku dibabat habis sama kalian
digunakan untuk kepentingan semata, padahal hutanku tumbuh juga buat kalian, biar karbon dioksida yang kalian hasilkan bisa dikembaliin jadi oksigen
kalian cuman mementingkan kepentingan pribadi dan jangka pendek
coba kalian mikir 20, 30, atau 50 tahu kedepan
ketika semua hutan ku habis kalian babat, matahari akan semakin terik, siklus oksigen menjadi kacau, aku yakin suatu saat nanti kalian pasti akan menyesal

aku nggak mau, kalian hancurkan lautku
mengambil ikan-ikan didalamnya dengan serakah, padahal telah kuberikan beratus-ratus ribu jenis ikan untuk kalian, tapi kalian ambil tanpa belas kasihan
kalian ambil hiu hanya siripnya, kemudian kalian buang kembali kelaut dalam keadaan masih hidup, dan kemudian mati secara perlahan
kalian bom lautku, mengahncurkan terumbu-terumbu karang didalamnya
padahal terumbu karang juga berperan penting dalam siklus karbondioksida, sama seperti hutan

kalian bangun pabrik-pabrik besar, dan kembali menghasilkan karbondioksida tanpa ampun, membolongi lapisan ozonku
padahal kalian tahu, lapisan ozon sangat vital fungsinya, mencegah kalian mendapatkatkan penyakit kanker kulit

sekarang tubuhku sungguh sakit, perutku dihancurkan demi pertambangan kalian, tanpa melakukan perbaikan, setelah kalian ambil isinya, kalian tinggalkan kerusakannya begitu saja
aku sungguh marah, makanya aku semburkan lumpur panas, biar kalian sadar
kalian terlalu jahat kepadaku
kupecahkan danauku kepada kalian
kubanjirkan menggunakan tsunami
kubanjirkan kota kalian, karena membuang sampah sembarangan
kuletuskan gunung-gunung berapi ku

tapi tampaknya kalian masih belum sadar, manusia
sebenarnya aku sayang sama kalian
asal kalian juga sayang sama aku

atas nama
BUMI

*kalo bumi bisa ngomong?! ^^V

wow!

ini gw ambil dari blog tetangga
dia lagi iseng keknya, terus dihitungnya lah
http://albert.dagdigdug.com/2009/03/20/kertas-dan-kayu/

"Saya pengin ambil contoh penggunaan kertas yang lain: kertas surat suara pemilu ‘contreng’ 2009. Ukuran surat suara kali ini adalah A1 (sumber: Kertas Suara Lebar, Harus Ada Modifikasi Bilik Suara). Ukuran A1 adalah 8 kali lipat ukuran A4. Sedangkan jumlah pemilih adalah sekitar 170 juta jiwa (sumber: DPT Revisi Ditetapkan, Jumlah Pemilih Bertambah 197 Ribu). Saat pemilu nanti, tiap pemilih akan menerima 4 lembar surat suara (DPD, DPRD Kab/Kota, DPRD Prov, dan DPR). Saya tidak yakin apakah ukuran keempatnya sama, tapi untuk perhitungan ini saya akan anggap sama. Mari coba kita hitung:

Jumlah lembar surat suara: 170 juta pemilih x 4 lembar = 680 juta lembar kertas A1
Jumlah lembar A4 surat suara (dengan asumsi 1 lembar A1 = 8 lembar A4): 680 juta x 8 = 5,44 miliar lembar kertas A4, yang sama dengan 10,88 juta rim kertas A4.
Jumlah batang pohon pinus yang dibutuhkan: 10,88 juta / 168 = 64.762 batang pohon.
Waks! Banyak betul ya?

Tanya: Apa iya memang banyak?

Oke, mari kita coba hitung. Perum Perhutani biasanya menanam pohon pinus dengan kerapatan 2m x 3m (sumber:
http://io.ppi-jepang.org/article.php?id=66 — ini untuk pohon berusia 5 tahun, semakin tua, akan diperjarang kerapatannya, demi kesederhanaan, mari kita ambil angka untuk pohon usia 5 tahun ini saja). Jadi per 6 meter persegi 1 pohon pinus. Untuk 64.762 batang pohon, berarti dibutuhkan: 64.762 x 6 = 388.572 meter persegi atau 38,8572 hektar lahan.

Seluas apakah itu? Kali ini saya tidak bisa menjawab, saya belum pernah punya tanah seluas itu (sejengkal saja belum punya ). Yang jelas bagi saya itu luas sekali. Ingat, itu baru untuk kebutuhan kertas pemilu kali ini saja. Belum pilkada2, malah ada pilkada yang sampai diulang segala."


gitu bim, jadi banyak bgt (TERNYATA) kertas yang udah kebuang sia sia
gw sendiri (karena gw gga nyontreng) jujur, gga kepikiran sebelum lo tanyain ke gw
tapi sekarang gw kepikiran bgt
UDAH DIPAKE terus dikemanain?!

malah ada fakta lagi

"Komisi Pemilihan Umum periode 2003 hingga 2008 merugikan negara milyaran rupiah. Karena, sisa kertas untuk pemilu 2004 sebanyak 8 ribu ton masih tersimpan di gudang perusahaan Leces Jawa Timur serta dua gudang lain di Karawang dan Solo. Biaya untuk sewa gudang selama empat tahun diperkirakan mencapai Rp9 milyar. (sumber: http://news.okezone.com/read/2008/10/30/1/159207/1/rugikan-negara-sisa-kertas-pemilu-2004-ribuan-ton)

WOW
ternyata emang segitu banyak kah pohon yang telah habis?!
belum lagi masalah illegal logging, yang udah gga berperKEHUTANAN lagi
padahal fungsi hutan itu sangat amatlah vital
yah tentu ajah, perasaan gw, sangat amat sedih dan menyesalkan
tapi mau gimana lagi, TOH ITWEWENANG YANG DIATAS yang sangat sulit sekali menerima kritikan (iya gga sih?!)
lagian bukannya, hal-hal yang kayak itu emang disengaja yah, biar kucuran dananya banyak
terus akhirnya bisa selip

jadinya gw kepikiran gimana caranya kalo pemilu, pake komputer atau notebook di tiap2 biliknya
touchscreen gitu
keren kan?!!

WORLD SILENT DAY

tanggal 21 Maret 2009, adalah hari hening sedunia atau silent day
dimana setiap penduduk di bumi ini, diharapkan dapat tidak melakukan aktivitas apapun, antara pukul 10.00 sampai pukul 14.00
Alasan pemilihan tanggal yang telah diutarakan secara umum di tingkat global itu, terkait dengan inklinasi matahari terhadap bumi, saat titik kulminasi matahari berada persis 90 derajat terhadap sumbu vertikal pada pukul 12.00 di garis ekuator.

hari hening ini sendiri bertujuan agar setiap penduduk bumi sadar tentang lingkungan, mengurangi atau menghentikan aktivitas kita selama 4 jam saja, tampaknya tidak akan membunuh kita, karena selama ini, hidup kita telah kita gunakan untuk merusak bumi yang sebenarnya telah memberikan banyak kebaikan dalam kehidupan kita
mungkin masih banyak orang yang tidak peduli dengaan lingkungan atau malah menganggap GLOBAL WARMING IS HOAX, tapi benar atau tidaknya GLOBAL WARMING, tidak salahnya kita meberikan cinta kita sedikit saja kepada bumi ini.

sekali lagi, HAPPY SILENT DAY, semoga tahun depan, kita bisa benar benar melakukan 4 jam tanpa aktivitas apapun yang dapat memicu pencemaran lingkungan, baik pencemaran udara (asap kendaraan), pencemaran suara, pencemaran air, dan lain-lain
dan semoga tidak hanya di SILENT DAY kita bisa mencintai bumi kita yang hanya satu satunya ini

let's go green!!

VOTE FOR VERA!!

* gw yang buat loh!!

RESOLUSI HIJAU 2009

mungkin agak telat buat kasih tahu resolusi hijau punya gw
tapi daripada gga sama sekali, mending telatkan??
disini gw bukan bermaksud untuk menggurui tapi hanya ingin memberi informasi , CARA UNTUK MENCINTAI BUMI KITA YANG CUMAN SATU ITU
siapa tahu, dengan gw nulis resolusi hijau punya gw di note, lo semua terinspirasi juga untuk mencintai

RESOLUSI HIJAU DI 2009
1. jalan kaki, saat akan berangkat kuliah dan pulang kuliah, soalnya biar hemat bahan bakar, hemat duit, dan badan sehat

2. mengambil sampah yang berserakan di jalan dan kemudian membuangnya pada tempatnya, AYO TEMAN, jika kalian berfikir kalian udah bayar duit kebersihan, gga salah kan kalo TETEP BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

3. mematikan alat yang menggunakan listrik pada saat tidak digunakan

4. hemat kertas, hemat air, dan hemat tissue

5. gunakan barang yang masih bisa digunakan, kertas bekas, baju bekas *makanya gw seneng bgt belanja di Gede Bage

6. sayangi makhluk hidup lain, kucing, anjing, burung burung, pohon pohon, mereka juga berhak hidup loh!!

7. tanam pohon, * 1 pohon bisa kasih Oksigen buat 2 orang manusia loh!!

8. GUNAIN TAS BELANJA SENDIRI, jadi kalo belanja kita gga perlu pake plastik dari mbakmbak atau masmas penjual *tau gga kalo sampah terbanyak di dunia itu adalah plastik!

8. ikutan jadi aktivis lingkungan (bc: gga perlu ikutan greenpeace atau wwf atau ugreen) cukup mengingatkan orang lain untuk sayang dengan bumi

memang sih, belum semua yang gw realisasikan di hidup gw, tapi secara bertahap gw janji sama diri gw sendiri bakalan melakukannya di kehidupan gw, amin

*semoga terinspirasi yah bagi yang baca

CINTAI BUMI KITA KARENA KITA CUMAN PUNYA SATU
*sepakat dengan pemanasan global atau tidak, GGA SALAHNYA KAN KALO KITA MENGHARGAI BUMI SEDIKIT SAJA, karena terlalu banyak yang telah bumi kasih buat kita

LKO HIMAFI = menyenangkan

hari sabtu kemaren tepatnya tanggal 21 Februari 2009
gw ikut LKO HIMAFI
pembiacaranya ada 2, kak Shana dan kak Dika
*gw mau kasih komentar dulu tentang 2 pembicara ini, masingmasing punya ciri khas
kalo kak Shana, cara berbicaranya kayak kasih nasehat, keibuan, ramah tapi tidak menggurui
kalo kak Dika, cara bicaranya berwibawa, walaupun tidak menggurui dia tampak mengetahui banyak hal, dan bisa buat orang percaya omongannya

kak Shana, hari itu membahasa tentang Manajemen Waktu, yang ternyata penting bgt, walaupun menurut gw hidup gw sekarang udah 'berantakan' bgt, gga ada waktu belajar, kerjaannya maen2 muluk, kayaknya kata Shana bener, kita harus bisabisa bagi waktu antara Organisa dan Kuliah, karena keduaduanya sama pentig, Organisasi penting bgt, Kuliah juga penting bgt. makanya gw gga mau hidup gw kacau, kayak TPB, organisasi mandek, kuliah jelek, gw pengen duaduanya jalan

kalo kak Dika, cerita tentang Skill Berorganisasi, gw yang hampir lupa, KENAPA GW BELABELAIN MASUK HIMAFI? akhirnya muncul juga jawaban dari pertanyaan ini, kayak yang pernah gw tulis, HIMAFI telah meberi banyak hal di hidup gw (*ehem ehem agak lebay tampaknya), dan kembali menyadarkan gw, KALO GW ITU PENTING, kayak kata kak Burhan (ketua U.Green) 'semua anggota U.Green itu penting Naya, termasuk Naya, jadi jangan pernah berfikir kalo ada gga ada Naya, U.Green tetep jalan' *hahaha, makasih Kak Burhan
back to our topic, ok, skarang gw benarbenar menyadari betapa pentingnya organisasi itu, dan gw gga mau, hidup gw yang singkat ini gga gw gunain semaksimal mungkin, gw akan berorganisasi dengan baik, dan dengan tujuan yang jelas, untuk mencapai kehidupan orang banyak yang lebih baik *hahaha spasih gw??!!

udah ah, garagara pusing, leher sakit, kurang tidur, otak gw radarada kacau
top